Objek Ilmu Dakwah dan Hubungan Ilmu Dakwah dengan Ilmu Lain

Objek Ilmu Dakwah dan Hubungan Ilmu Dakwah dengan Ilmu Lain
Oleh : Ahmad Yani
Ahad, 26 April 2020



A.      Objek Ilmu Dakwah
Ciri khusus untuk mengetahui ilmu yang satu dengan yang lain adalah terletak pada objeknya terutama objek formalnya. Adapun objek penelaahan ilmu dakwah adalah memiliki objek-objek material dan objek formal. Objek material ilmu dakwah sebagaimana ilmu-ilmu sejenis lainnya adalah tentang tingkah laku manusia. Sedangkan objek formalnya adalah “Usaha manusia untuk menyeru/mengajak manusia lain dengan ajaran Islam agar menerima, meyakini, dan mengamalkan ajaran Islam bahkan memperjuangkannya”. Dengan demikian, maka yang menjadi objek telaahan ilmu dakwah adalah manusia dengan segala sikap tingkah lakunya yang berkaitan dengan aktivitas dakwah. (Amin, 2009: 29)
Lingkup objek pengembangan ilmu dakwah menurut Amrullah Ahmad dapat dibedakan kajiannya menjadi obyek material dan obyek formalnya. Obyek material ilmu dakwah adalah semua aspek ajaran Islam yang terdapat dalam al-Qur’an dan as-Sunnah, sejarah dan peradaban Islam. Obyek material ini termanifesti dalam disiplin-disiplin ilmu keislaman lainnya yang kemudian berfungsi sebagai ilmu bantu bagi ilmu dakwah. Sedangkan obyek formal ilmu dakwah adalah mengkaji salah satu sisi dari obyek material tersebut, yakni kegiatan mengajak umat manusia supaya masuk ke jalan Allah (sistem Islam) dalam semua segi kehidupan. (Riyadi, 2012: 46)
B.       Hubungan Ilmu Dakwah dengan Ilmu Lain
Ada dua paradigma yang mempengaruhi arah perkembangan ilmu dakwah. Dua paradigma tersebut adalah:
a.   Bila ilmu dakwah hanya diletakkan pada kelompok paradigma logis normatif, maka ilmu dakwah harus dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu-ilmu tradisional Islam. Karena ilmu dakwah ditarik dari Alquran, maka ilmu tafsir menjadi sangat erat kaitannya. Karena ditarik dari hadits maka ilmu hadit menjadi sangat relevan. Dan karena sekali-kali menyangkut hukum Islam, ilmu fiqh (berikut ushul fiqh) menjadi penting. Jika demikian halnya, maka ilmu dakwah paling ketinggalan dibandingkan dengan ilmu fiqh, ilmu tafsir misalnya. (Riyadi, 2012: 33)
b.   Bila ilmu dakwah mau dikaji secara empiris, maka ilmu dakwah harus diletakkan dalam kelompok ilmu-ilmu perilaku (Behavior Science) atau ilmu-ilmu sosial (Social Science). Ilmu dakwah dapat menjadi “crossroad” dari berbagai disiplin. Walaupun begitu, ilmu dakwah paling erat kaitannya dengan ilmu komunikasi (yang juga cross road). (Riyadi, 2012: 33)

Sumber Referensi:
Amin, S. M. (2009). Ilmu Dakwah. Jakarta: Amzah.
Riyadi, A. (2012). Dakwah dan Epistimologi dalam Khazanah Filsafat Islam. Jurnal At-Taqaddum: Dakwah Dan Epistimologi Dalam Khazanah Filsafat Islam, 4(1).
Objek Ilmu Dakwah dan Hubungan Ilmu Dakwah dengan Ilmu Lain
Baca Juga: