Hal, Tamyiz dan Istitsna - الحال والتمييز والإستثناء

Hal, Tamyiz dan Istitsna - الحال والتمييز والإستثناء
Dalam postingan kali ini, akan dibahas mengenai hal, tamyiz dan istitsna'.
Bahasan pertama yakni hal (الحال).
Apa yang dimaksud dengan hal?
Hal secara bahasa yakni keadaan.
Hal secara istilah yakni:
الحال: هي الاسم المنصوب الذي يذكر لبيان الهيئات.
Hal adalah isim manshub yang disebutkan untuk menjelaskan keadaan.

Bagaimana contoh kalimatnya?
جَلَسَ زَيْدٌ مُبْتَسِمًا.
Zaid telah duduk dalam keadaan tersenyum.
رَأَيْتُ الأَمِيْرَ جَالِسًا.
Saya melihat pemimpin dalam keadaan duduk.
مَرَرْتُ بِعَمْرٍو قَارِئًا.
Saya bertemu dengan Amr dalam keadaan membaca.

Bagaimana i'robnya?
تعرب جميعا حالا منصوبة بالفتحة الظاهرة.
Keseluruhan dii'rob sebagai haal (keadaan) manshubatan (yang dinashobkan) dengan tanda fathah yang tampak.

Apa saja syarat yang harus dipenuhi hal?
يشترط في الحال، وصاحبها ثلاثة شروط:
Syarat dalam haal dan temannya ada tiga syarat:
الشرط الأول: أن تكون الحال نكرة.
Syarat pertama: Hal harus dalam keadaan nakiroh (umum).
الشرط الثاني: أن تأتي الحال بعد تمام الجملة.
Syarat kedua: Hal harus didatangkan/diposisikan setelah kalimat sempurna.
الشرط الثالث: أن يكون صاحبها معرفة.
Syarat ketiga: Temannya (hal) harus dalam keadaan ma'rifah (khusus).
Contoh uraian:
رَأَيْتُ الأَمِيْرَ جَالِسًا.
Saya melihat pemimpin dalam keadaan duduk.
Berikut penjelasannya:
Pada lafadz الأمير ini sebagai teman dari hal sehingga harus dalam keadaan ma'rifah (khusus), ciri-cirinya tampak karena ada ال sehingga menandakan isim yang khusus.
Pada lafadz جالسا ini sebagai haal yang mana dalam keadaan nakiroh (umum), ciri-cirinya tampak karena ada tanwin sehingga menandakan isim yang umum.

Bahasan kedua yakni tamyiz (التمييز).
Apa itu tamyiz?
Tamyiz secara bahasa yakni pembeda.
Tamyiz secara istilah yakni:
التمييز: هو الاسم المنصوب الذي يذكر لبيان الذوات أو النسب.
Tamyiz adalah isim manshub (yang dinashobkan) yang disebutkan untuk menjelaskan zat dan nasab.

Bagaimana contoh kalimatnya?
غَرَسْتُ الأَرْضَ شَجَرًا.
Saya telah menanam pohon di permukaan bumi.
اِشْتَرَيْتُ ثَلَاثِيْنَ كِتَابًا.
Saya telah membeli 30 buku.

Bagaimana i'robnya?
تعرب في جميع الأمثلة: تمييزا منصوبا بالفتحة الظاهرة.
Keseluruhan contoh dii'rob: tamyizan (sebagai tamyiz) manshuban (yang dinashobkan) dengan tanda fathah yang tampak.

Apa saja syarat tamyiz?
يشترط في التمييز شرطان:
Syarat tamyiz ada dua:
الشرط الأول: أن يكون نكرة.
Syarat pertama: Harus menjadi nakiroh.
الشرط الثاني: أن يكون بعد تمام الجملة.
Syarat kedua: Harus didatangkan/diposisikan setelah kalimat sempurna.

Apa saja pembagian tamyiz?
ينقسم التمييز قسمين:
Tamyiz dibagi menjadi 2 bagian:
القسم الاول: تمييز ذات.
Pembagian pertama: Tamyiz zat.
Contoh:
طَابَ مُحَمَّدٌ نَفْسًا
Muhammad itu harum, badannya.
القسم الثاني: تمييز نسبة.
Pembagian kedua: Tamyiz nisbah.
(Tamyiz yang menjelaskan keterkaitan fi'il dengan fa'il dan mubtada dengan khabar)

Tamyiz ini ada dua bagian:
a. Muhawwal
Tamyiz yang bisa berpindah posisinya dalam suatu kalimat.
Contoh:
وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا
Dan kepalaku telah menyala ubannya.
Semestinya:
وَاشْتَعَلَ شَيْبُ الرَأْسِ
Dan uban kepalaku telah menyala.
b. Ghair Muhawwal
Tamyiz yang tidak berpindah posisinya dalam suatu kalimat dan bersifat sima'iy sehingga jarang sekali ditemukan.
Contoh:
إِمْتَلَأَ الإِنَاءُ مَاءً
Wadah telah penuh airnya.

Bahasan ketiga yaitu istitsna' (الإستثناء).
Apa yang dimaksud dengan istitsna'?
Istitsna' secara bahasa yakni pengecualian.
Istitsna' secara istilah yakni:
الاستثناء: هو إخراج بعض أفراد العام ب (إلا) أو إحدى أخواتها، لولا ذلك الإخراج  لكان داخلا فيما قبل الأداة.
Istitsna' adalah mengeluarkan sebagian dari kesatuan yang umum dengan lafadz (illa/kecuali) atau salah satu dari temannya, seandainya ia keluar, sungguh akan ada yang masuk dari apa yang ada sebelum adat.
أركان الاستثناء ثلاثة:
١. المستثنى منه
٢. أداة الاستثناء

٣. المستثنى
Rukun-rukun istitsna ada tiga:
1. Mustatsna minhu (yang dikecualikan darinya yang ada sebelum adat al-istitsna').
2. Adat al-Istitsna' (Alat pengecualian yang ada di antara mustatsna minhu dan mustatsna').
3. Mustatsna (yang dikecualikan yang ada setelah adat al-istitsna').

أشهر أدوات الاستثناء ثمانية وهي على ثلاثة أنواع:
١. ما يكون حرفا دائما.
٢. ما يكون اسما دائما.

٣. ما يكون حرفا تارة، وفعلا تارة أخرى.
Ada 8 adat al-istitsna' yang terkenal dan diklasifikasikan menjadi 3 macam:
1. Apa yang menjadi huruf selamanya.
Yakni: إلا
2. Apa yang menjadi isim selamanya.
Yakni: سِوى - سُوى - سَواء - غير
3. Apa yang terkadang menjadi huruf dan terkadang juga menjadi fi'il.
Yakni: خَلَا - عَدَا - حَاشَا
أنواع الاستثناء:
١. استثناء تام موجب (مثبت)
٢. استثناء تام منفي

٣. استثناء ناقص منفي
Macam-macam Istitsna':
1. Istitsna' sempurna yang positif.
Istitsna' ini adalah istitsna' yang disebutkan mustatsna' minhu dan tidak didahului oleh suatu adat baik itu berupa nafy, nahy, istifham, atau da'a.
Contoh:
جاء القومُ إلَّا زَيْدًا
Suatu kaum telah datang kecuali Zaid.

2. Istitsna' sempurna yang negatif.
Istitsna' ini adalah istitsna' yang disebutkan mustatsna' minhu dan didahului oleh suatu adat baik itu berupa nafy, nahy, istifham, atau da'a.
Contoh:
لَمْ يقم الحاضرون إلا زيدا أو زيد
Para hadirin telah berdiri kecuali Zaid.

3. Istitsna' yang kurang sempurna negatif.
Istitsna' ini adalah istitsna' yang tidak disebutkan mustatsna' minhu dan didahului oleh adat baik itu berupa nafy, nahy, istifham, atau da'a.
Contoh:
لم يحضر إلا محمد
Belum datang kecuali Muhammad.

Demikian bahasan kali ini, semoga bermanfaat.
Wallahu'alam bishshawab
Order Sekarang
Data Anda
Data Lainnya
KIRIM