Perintah Mengerjakan Kebaikan dan Larangan Berbuat Kemungkaran | Kitab Mukasyafatul Qulub

 

بســـــــــــــــــم الله الرحمن الرحيم

وبه نستعين

 


 فِي الأَمْرِ بِالمعْرُوْفِ وَالنَهَى عَنِ المنْكَرِ

Mengenai perintah mengerjakan kebaikan dan larang berbuat kemungkaran.

 

Ketahuilah wahai saudaraku sekalian, sesungguhnya Allah telah menjadikan umat Islam, umat terbaik sebab umat Islam telah diperintahkan untuk bebuat baik dan mencegah dari perbuatan yang mungkar (tidak baik), hal ini sesuai dengan firman-Nya:

قَالَ اللهُ تَعَالَى : (كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالمعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ المنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ).

Allah berfirman : "Engkau (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia sebab engkau memerintahkan perbuatan yang baik engkau mencegah dari perbuatan yang mungkar (tidak baik) dan engkau beriman kepada Allah .”

 

Rasulullah juga telah mengingatkan kepada kita bahwa sebaik manusia ialah mereka yang bermanfaat untuk orang lain, adapun seburuk manusia yakni yang mencelakakan atau merugikan orang lain. Hal ini dilandasi dengan sabda Rasulullah berikut:

 حَدِيْثٌ : (خَيْرُ النَّاسِ مَنْ يَنْفَعُ النَّاسَ وَشَرُّ النَّاسِ مَنْ يَضُرُّ النَّاسَ).

Rasulullah bersabda: "Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain, dan seburuk-buruk manusia adalah yang merugikan orang lain".


Wahai saudaraku yang dirahmati oleh Allah. Ketahuilah bahwa sebagai umat beragama Islam kita diperintahkan untuk saling mengingatkan satu sama lain. Sebagaimana Rasulullah bersabda:

حَدِيْثٌ : (مَنْ رَأَي مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِّهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَنِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَالِكَ أَضْعَفُ الِإيْمَانِ).

Rasulullah bersabda : "Barang siapa yang melihat kemungkaran maka cegahlah dengan tangannya, jika tidak mampu dengan tangan maka gunakan lisannya, jika tidak mampu dengan lisannya maka dengan hati, karena itu adalah selemah-lemahnya iman".


Sebagai umat beragama Islam sudah semestinya kita untuk saling mengingatkan satu sama lain dalam kebaikan sebab hal demikian termasuk di dalam perbuatan tolong menolong dalam kebaikan antar sesama manusia dan mampu meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah. Perintah tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan ialah sebagai berikut:

قَالَ اللهُ تَعَالَى : (وَتَعَاوَنُوْا عَلَى البِّرِ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الإِثْمِ وَالعُدْوَانِ).

Allah berfirman : Tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan, jangan kalian saling tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan).

 

Oleh karenanya jika diantara kita melihat kemungkaran perbuatan yang keluar dari syariat Islam, maka cegahlah perbuatan tersebut dengan  tangan, namun jika kita tidak mampu dengan tangan maka nasihatlah dengan cara yang baik, lembut, sopan santun, namun jika tidak mampu dengan tangan dan lisan untuk mencegah perbuatan yang kurang baik tersebut maka cukuplah menggunakan hati yaitu mendoakan agar dia sadar dan berubah, itulah akhlak orang yang beriman.

 

Referensi

Mukaasyafatul Qulub Ilaa Hadhrati Alaamil Ghuyub Li Hujjatil Islam Abii Haamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazaali, 

Oleh: Al-Faqir Ilallah, Ahmad Yani

Artikel Jejakmufassir.my.id

 

Order Sekarang
Data Anda
Data Lainnya
KIRIM