Memahami Memori Manusia

Memahami Memori Manusia

Pada artikel kali ini, Jejak Mufassir akan berbagi sedikit wawasan terkait memori manusia. Memori manusia penting untuk dipahami. Kenapa memahami memori manusia itu penting? Apa pengertian memori? Bagaimana sistem kerja memori manusia? Apa saja macam-macam gangguan pada memori manusia?
Semua pertanyaan tersebut, akan dibahas pada artikel ini. Mari simak artikel ini hingga akhir.
Memori manusia menjadi salah satu sub materi yang penting untuk dipelajari terlebih dalam penguasaan ilmu psikologi dakwah.
Memahami Memori Manusia

A. Pengertian Memori

Memori memiliki arti bermacam-macam, salah satunya yakni kesadaran atas peristiwa atau pengalaman di masa lampau yang hidup kembali di ingatan.
Memori dapat terjadi karena melalui beberapa tahap:
1. Mencamkan, yakni melekatkan kesan sedemikian hingga tersimpan dan dapat diproduksi.
2. Menyimpan, yakni menyimpan kesan-kesan yang dapat saja bersifat setia, tahan lama, luas, maupun patuh (kesan yang mudah diproduksi).
3. Memproduksi, yakni suatu keaktifan jiwa untuk membangun kembali kesan-kesan yang telah diterima. Woodworth mengistilahkan beberapa istilah, antara lain: recall (mengenal kembali untuk diingat), recognize (mengenal kembali di hadapan bendanya), relearned (mengingat kembali karena mempelajari).

B. Jenis-Jenis Memori


Memori dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yakni memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Struktur memori juga dapat dibedakan menjadi tiga sistem, yakni sistem memori sensorik, sistem memori jangka pendek, dan sistem memori jangka panjang. Sistem ini dikenal dengan model paradigma Atkinson dan Shiffrin yang telah disempurnakan oleh Tulving dan Madigan. Reed membagi memori jangka panjang menjadi tiga, yakni memori prosedural (memori akan tindakan), memori semantik (memori berisi pengetahuan seputar makna suatu hal), dan memori episodik (memori akan kejadian spesifik).

C. Sistem Kerja Memori Manusia

Sistem kerja memori manusia dikenal dengan stage models of memory. Model ini didasarkan pada proses pengolahan informasi berdasarkan tahapan. Berikut tahapannya:
Informasi yang masuk melalui panca indra akan dicatat dalam memori sensori. Untuk meneruskan memori jangka pendek maka perlu diberi perhatian, jika tidak maka akan mengalami decay (peluruhan). Semakin banyak informasi yang diberi perhatian maka semakin rendah daya untuk ingat kembali, hal ini disebut pergesaran informasi lama oleh yang baru (displacement). Untuk melakukan penyimpanan memori jangka panjang, maka gunakan repitisi. Memori jangka panjang sering terjadi kegagalan dalam proses retrieval (pengambilan kembali) sehingga terjadi peristiwa lupa. Kegagalan itu disebabkan karena kurangnya intensitas penggunaan informasi.

D. Macam-Macam Gangguan Pada Memori Manusia


Terdapat beberapa macam gangguan pada memori manusia, antara lain:
1. Lupa yang mana dapat diakibatkan oleh adanya displacement dan interferensi
2. Amnesia yang mana dapat dibagi jadi amnesia neurologis dan fungsional.
3. Dejavu, yakni pengalaman mempersepsikan diri seseorang sebagai saksi sebelumnya dari situasi baru tetapi tidak pernah benar-benar terjadi.
4. Jamais vu, yakni peristiwa seakan belum pernah mengenal kepada sesuatu yang pada awalnya ia sudah tahu atau mengenalnya.
5. Depresionalis, yakni peristiwa seseorang tidak mengenal dirinya akibat depresi.
6. Derealis yakni peristiwa seseorang merasa asing di dalam alamnya yang sebenarnya.
Demikian artikel mengenai memahami memori manusia. Semoga artikel ini dapat memberikan kita sedikit wawasan terkait memori manusia. Nantikan lagi artikel bermanfaat lainnya dari Jejak Mufassir.
Memahami Memori Manusia
Baca Juga: