Cara Memahami Pola Pikir Mad'u

Cara Memahami Pola Pikir Mad'u

Pada artikel kali ini, Jejak Mufassir akan berbagi artikel terkait cara memahami pola pikir mad'u. Pola pikir mad'u penting untuk dipahami karena menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan dakwah kita kepada mad'u atau objek dakwah.
Ada beberapa pertanyaan seputar cara memahami pola pikir mad'u. Apa sebenarnya pengertian berpikir? Bagaimana konsep berpikir kritis? Bagaimana definisi psikologi mad'u? Serta bagaimana cara memahami pola pikir mad'u? Mari temukan jawabannya melalui artikel ini.
Cara Memahami Pola Pikir Mad'u

A. Pengertian Berpikir


Berpikir adalah memberi gambaran terhadap sesuatu pada diri seseorang. Berpikir bukan sebatas mengkaitkannya dengan pengetahuan yang telah dimiliki namun juga dalam rangka menghasilkan ide-ide kreatif yang akan diperoleh.

B. Konsep Berpikir Kritis

Facione mengkonseptualisasi berpikir kritis sebagai variabel yang meliputi dua aspek utama, yakni aspek keterampilan berpikir kritis atau critical thinking skills dan sikap kritis atau critical thinking dispositions. Berpikir kritis merupakan proses kognitif yang sistematis guna menghasilkan suatu produk berpikir yang dapat dipertanggungjawabkan.

C. Pengertian dan Kebutuhan Mad’u


Pengertian mad’u yakni manusia penerima dakwah, baik dalam bentuk individu maupun kelompok. Berikut klasifikasi mad’u:
a. Segi sosiologis: masyarakat terasing, pedesaam, perkotaan, kota kecil dan masyarakat di daerah marjinal dari kota besar.
b. Segi struktur kelembagaan: golongan priyayi, abangan, dan orang tua.
c. Segi usia: anak-anak, remaja, orang tua, dan sebagainya.
Kebutuhan mad’u meliputi beberapa aspek, seperti pemikirannya, kejiwaannya, serta problematikanya. Aspek-aspek tersebut tidak bisa diabaikan atau dilantarkan, karena dapat menjadikan mad’u merasa tidak dihargai dan dakwah menjadi tidak sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

D. Definisi Psikologi Mad’u


Secara etimologi, psikologi bersumber dari bahasa Yunani dan tersusun dari kata psyche (jiwa) dan logos (ilmu). Secara terminologi, psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.
Menurut Foyd L. Ruch, psikologi adalah ilmu pengetahuan yang membahas mengenai proses penyesuaian diri manusia yang meliputi tingkah laku yang berusaha memenuhi kebutuhan, baik biologis ataupun sosialnya.
Adapun psikologi mad’u berarti mempelajari perkara tingkah laku atau aktivitas mad’u atau penerima dakwah, yang mana tingkah laku atau aktivitas mad’u tersebut merupakan manifesti hidup kejiwaan seorang mad’u.

E. Cara Memahami Pola Pikir Mad’u

Sikap mad’u terhadap seruan dakwah dalam al-Quran dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok:
a. As-Sabiquna bi al-Khairat (orang-orang yang bersegera menerima kebenaran).
Pola pikir mad’u seperti ini tidak sulit dipahami dan untuk mendakwahinya mudah, sebab mereka sudah terbuka luas untuk menerima kebenaran dan kebaikan.

b. Muqtashid (orang-orang pertengahan yang mengerjakan kewajiban agama namun secara bersamaan kerap melakukan hal yang dimakruhkan atau kurang tanggap terhadap kebaikan).
Memahami pola pikir mad’u seperti ini mudah dan untuk menasehatinya dapat dilakukan dengan cara memberikan pemahaman kepada mereka terkait hal-hal yang makruh dan mubah.

c. Zalim linafsih (orang-orang yang senang melampaui batasan agama).
Untuk memahami pola pikir mad’u seperti ini cukup sulit dan untuk memberikan pemahaman kepada mereka perlu kesabaran serta ketabahan dalam menasehati dengan cara yang halus, baik dan benar.

d. Sebagai tambahan, yakni kelompok mad’u sesuai kemampuan ilmunya.
Cara memahamin pola pikirnya adalah dengan cara memahami isi pemikiran atau keilmuannya, sebab mad’u seperti ini cenderung berpikir kritis.

Demikian artikel terkait cara memahami pola pikir mad'u. Semoga artikel yang kami bagikan dapat bermanfaat bagi kita semua. Semoga kita semua dapat menjadi pemberi pesan dakwah yang baik serta profesional dan bisa memahami pola pikir dari objek dakwah kita.
Order Sekarang
Data Anda
Data Lainnya
KIRIM