Sejarah dan Perkembangan Ilmu Dakwah



A.      Sejarah Perkembangan Masa Nabi Muhammad Hingga Kini
Aktivitas dakwah sesungguhnya telah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan dilanjutkan oleh para penerusnya dan ulama-ulama serta tokoh-tokoh Islam sampai sekarang di seluruh penjuru dunia tidak lain karena adanya aktivitas dakwah. Hanya saja kajian mengenai dakwah sebagai suatu ilmu yang berdiri sendiri baru dilakukan kemudian oleh umat Islam. Secara konkret, kajian ilmu dakwah sebenarnya sudah dimulai sejak abad 10 M, oleh Ibnu Nubathah (946-984 M), sayang karya Ibnu Nubathah ini sampai sekarang belum jelas diketahui. Kemudian pembahasan lebih lanjut mengenai ilmu dakwah ditulis oleh A. Mahmud Az-Zamaskhsyari (1075-1144 M) dengan karyanya Al-Athwaqu Az-Zahab fi Al-Mawaidz wa Ad-Da’wah. (Amin, 2009: 40)
Kajian dakwah secara historis awalnya dilakukan oleh seorang Orientalis Barat asal Inggris Thomas W. Arnold, yang menulis tentang dakwah dengan pendekatan historis melalui karyanya yang terkenal The Preaching of Islam (1896), kemudian pada tahun 1913 diadakan revisi dan pada 1930 diterjemahkan dalam bahasa Arab dengan judul Ad-Da’wah ila Al-Islam: Bahtsun fi Tarikhi Nasyri Aqidah Al-Islamiyyah. Kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Drs. Nawawi Rambe, dengan judul Sejarah Dakwah Islam. (Amin, 2009: 41)
Kajian dan Pembahasan ilmu dakwah kemudian berkembang dengan pesat sesuai dengan perkembangan dan dinamika zaman. Pembahasan mengenai ilmu dakwah pertama kali diajarkan di lingkungan akademik dirintis oleh Syaikh Ali Mahfudz (1880-1942 M) salah seorang ulama terkenal dan murid Syaikh Muhammad Abduh di Universitas Al-Azhar di Mesir. (Amin, 2009: 42)
Pembahasan mengenai ilmu dakwah semakin berkembang dengan pesat dan pada tahun 1975, Dr. Abdul Karim Zaidan menulis buku berjudul Ushul Ad-Da’wah. Sampai sekarang perkembangan buku-buku yang membahas dakwah sangat berkembang dengan pesat. (Amin, 2009: 43-44)
B.       Perkembangan Ilmu Dakwah
Perkembangan ilmu dakwah mengalami kemajuan pesat pada awal abad ke-20 M. Di mana pertumbuhan ilmu dakwah sudah mulai dikaji sesuai dengan perkembangan dinamika keilmuan. Pada periode ini ilmu dakwah sudah mulai dikaji secara spesialisasi dan pembidangan ilmu, seperti metode dakwah, psikologi dakwah, manajamen dakwah, filsafat dakwah, komunikasi dakwah, sejarah dakwah, komunikasi dakwah, dan lain-lain. (Amin, 2009: 49)
C.      Kajian Ilmu Dakwah di Indonesia
Aktivitas-aktivitas dakwah banyak dilakukan oleh organisasi keagamaan yang lebih berorientasi kepada pengembangan agama Islam di berbagai kalangan masyarakat. Secara akademisi, kajian mengenai ilmu dakwah di Indonesia telah dimulai sejak 1950, sejak adanya Perguruan Tinggi Agama Islam. Pada awal dasawarsa tahun 1960-an, terjadi perkembangan dalam pemikiran tentang dakwah, di mana dakwah sudah tidak dipahami secara mikro (sempit) dan terbatas. (Amin, 2009: 45-46)

Sumber Referensi :
Amin, S. M. (2009). Ilmu Dakwah. Jakarta: Amzah.
Order Sekarang
Data Anda
Data Lainnya
KIRIM