Konsep Emosi Penerima Dakwah

Konsep Emosi Penerima Dakwah

Pada artikel kali ini, Jejak Mufassir akan menyajikan artikel terkait konsep emosi penerima dakwah. Emosi diartikan sebagai impuls yang muncul akibat dari suatu rangsangan dari dalam maupun dari luar. Emosi bermacam macam, seperti emosi sedih, emosi marah, emosi bahagia, dan bentuk emosi lainnya. Emosi berkaitan dengan psikologi seseorang dan suasana hati yang sedang berlangsung.
Dengan memahami konsep emosi penerima dakwah, diharapkan seorang pendakwah atau penceramah dapat memahami kondisi emosional orang yang menerima pesan dakwahnya, sehingga tujuan dakwah yang dikehendaki sang da'i dapat sesuai dan tercapai.

A. Konsep Emosi Mad’u

1. Pengertian Emosi

Secara bahasa emosi berasal dari bahasa latin “mover” yang berarti ‘menggerakkan, bergerak’. Awal ‘e’ bermakna ‘bergerak menjauh’. Makna ini berisi isyarat akan kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Secara istilah, William James, emosi merupakan kecenderungan untuk memiliki perasaan yang khas bila berhadapan dengan objek tertentu dalam lingkungannya.

2. Pengertian Mad’u

Secara bahasa kata ‘mad’u’ berasal dari bahasa Arab yang berupa isim maf’ul (kata yang menunjukkan objek) yang bermakna objek dakwah. Secara terminologi menurut Mohammad Ali Aziz, objek dakwah adalah manusia yang menjadi sasaran dari berdakwah, baik dalam bentuk perorangan maupun berkelompok, baik yang seragam agamanya maupun berbeda-beda agamanya.

3. Macam-Macam Emosi Mad’u

Emosi ditinjau dari segi penampakannya (appearance) terbagi menjadi emosi dasar dan campuran. Adapun jika ditinjau dari segi efek yang ditimbulkan, maka emosi dapat dibagi menjadi emosi positif dan negatif.

4. Kecerdasan Emosi

Kecerdasan emosi dapat diukur dengan ketermampuan seseorang dalam mengenali emosi sesuai situasi dan kondisi. Selain itu ia mampu menggunakan emosi untuk meningkatkan motivasinya sendiri sekaligus mampu mengenali emosi orang lain. Serta mampu berinteraksi positif dengan orang lain. IQ hanya menyumbang 20-30% keberhasilan seseorang, selebihnya ditentukan oleh EQ. Hal ini adalah konsep yang disampaikan oleh Daniel Goleman.

B. Klasifikasi Karakteristik Mad’u

Klasifikasi karakteristik mad’u dalam al-Quran dibagi menjadi tiga mukmin, kafir, dan munafik. Mukmin dibagi menjadi dzalim linafsih, muqtashid, dan sabiqun bilkhairat. Kafir dibagi menjadi kafir zimmi dan kafir harbi. Muhammad Abduh dalam Tafsir al-Manar mengklasifikasikan mad’u dari segi tingkat kecerdasan seseorang menjadi tiga, cerdik-cendikia, awam dan yang berada di antara keduanya. Pada hakikatnya mad’u> bisa diklasifikasikan berdasarkan berbagai aspek, baik itu ekonomi, kepribadian, umur dan lain-lain.

C. Cara Berdakwah Berdasarkan Karakteristik Mad’u

Cara berdakwah dapat disesuaikan dengan karakteristik mad’u. Jika dengan anak-anak maka cara dakwah yang digunakan adalah dengan cara mendominasi dakwah yang bersifat rekreatif (hiburan). Jika mad’unya remaja maka gunakan cara yang variatif yang memuat unsur informasi, persuasi serta rekreasi, agar tidak bosan. Jika mad’unya dewasa atau orang tua, maka terlebih dahulu disesuaikan dengan latar belakang mereka. Adapun cara dakwah kepada mad’u telah diterangkan dalam al-Quran QS. An-Nahl 16: 125 yakni dengan hikmah, pelajaran yang baik, dan debat dengan cara yang baik.
Konsep Emosi Penerima Dakwah
Baca Juga: