Pengaruh Runtuhnya Turki Utsmani Akibat Gerakan Nasionalis Mustafa Kemal Ataturk

Pada tulisan sebelum-sebelumnya telah dibahas terkait modernisasi Islam di Mesir dan Turki. Telah diketahui bahwa modernisasi Islam di Turki ditandai dengan adanya kepemimpinan Mustafa Kemal Ataturk. Beliau membawa gerakan nasionalisnya dan banyak merubah beberapa tatanan hukum serta bahkan menghapuskan beberapa hukum Islam yang menurutnya dapat mengancam nasionalisme di Turki. Lantas bagaimana pengaruh negatifnya terhadap umat Islam akibat daripada runtuhnya Turki Utsmani? Mari simak artikel ini sampai habis.



Tanda-Tanda Keruntuhan Turki Utsmani

Keruntuhan kesultanan Turki Utsmani ditandai dengan beberapa peristiwa, antara lain sebagai berikut;
  1. Pertama, munculnya pergerakan kaum nasionalis Turki yang dipimpin oleh Mustafa Kemal Attaturk.
  2. Kedua, munculnya peristiwa pemberontakan tentara Jenisari (yang berarti pasukan baru). 
  3. Ketiga, terjadi peristiwa pemaksaan oleh negara-negara Eropa terhadap Khilafah Utsmaniyah melakukan amandemen UUD sehingga dikeluarkan Hemayun Script tanggal 11 Februari 1855 M. 
  4. Ke-empat, pada 1908 M terjadi pemberontakan oleh Turki Muda yang berpusat di Salonika-pusat komunitas Yahudi Dunamah, 
  5. Kelima, terjadi perang dunia I tahun 1914 yang kemudian dimanfaatkan Inggris untuk menyerang Istanbul dan menduduki Gallipoli, kemudian kampanye Dardanelles yang terkenal mulai dilancarkan. Untuk kemudian mendongkrak Mustafa Kamal Pasha yang sengaja dimunculkan menjadi pahlawan Perang Ana Forta, tahun 1915 M. Padahal Kamal Pasha, adalah seorang agen Inggris keturunan Yahudi Dunamah dari Salonika yang bertujuan melakukan revolusi kufur untuk menghancurkan Khilafah Islam. 
  6. Ke-enam, pada 21 November 1923 terjadi peristiwa perjanjian Inggris dan Turki yang mengajukan syarat agar pasukan dapat ditarik dari wilayah Turki, yang dikenal dengan “Persyaratan Curzon”.
Kemudian kesultanan Turki Utsmani pun runtuh seiring ditanda tanganinya perjanjian Curzon pada 24 Juli 1923 dan 8 bulan setelahnya Kamal Pasha mengumumkan pemecatan khalifah, pembubaran sistem khilafah, mengusir khalifah ke luar negeri, dan menjauhkan Islam dari negara. Hingga kemudian beralih menjadi kepemimpinan Republik Turki Modern yang mana dipimpin oleh Mustafa Kemal Attaturk sebagai presiden pertamanya. Akhirnya hingga saat ini, umat Islam tidak memiliki khilafah Islam.

Pengaruh Runtuhnya Turki Utsmani

Pengaruh runtuhnya Turki Utsmani bagi umat Islam kala itu, antara lain: 
  1. Umat Islam menjadi terpecah belah menjadi negara-negara kecil berdasarkan konsep nasionalisme sesuai letak geografis yang berbeda-beda. 
  2. Kaum kafir segera mengganti peraturan Islam yang diterapkan di negara-negara Islam kala itu yang kemudian merugikan umat Islam. 
  3. Kurikulum pendidikan umat Islam berubah menjadi kurikulum sudut pandang Barat dan generasi baru dibuat memusuhi akidah serta syariat Islam, terutama masalah khilafah. 
  4. Harta kekayaan dan potensi alam umat Islam kala itu dirampok oleh penjajah kafir. 
  5. Munculnya berbagai ideologi yang bertolak dengan Islam, seperti sekularisme, liberalisme, kapitalisme, dan lain-lain yang mengakibatkan umat Islam kala itu sangat dirugikan dan merusak generasi kala itu. 
  6. Kekuatan umat Islam semakin melemah dan masih banyak lagi pengaruh lainnya.
Demikian beberapa pengaruh runtuhnya Turki Utsmani akibat gerakan nasionalis yang dipimpin oleh Mustafa Kemal Ataturk. Selain dampak di atas, masih banyak lagi dampak negatif lainnya. Adapun sisi positif daripada kepemimpinan Mustafa Kemal Ataturk bisa di baca secara ringkas pada artikel Modernisasi Islam di Mesir dan Turki.

Ditulis Oleh: Ahmad Yani
Pengaruh Runtuhnya Turki Utsmani Akibat Gerakan Nasionalis Mustafa Kemal Ataturk
Baca Juga: