Makna Mafatihul Ghaib Perspektif Al-Quran dan Al-Hadits

Berangkat dari rasa penasaran saya terhadap judul kitab tafsir مفاتح الغيب karya Imam Ar-Razi yang bermakna kunci-kunci perkara ghaib, saya pun berinisiatif untuk mencari maksud kalimat "kunci-kunci ghaib" tersebut dalam perspektif kitab-kitab hadits serta al-Qur'an.



Jika kita telusuri kata مفاتح الغيب dalam al-Qur'an maka hanya ada satu ayat yang secara gamblang menyebutkan kalimat tersebut, yakni di dalam surah al-An'am ayat 59, yang berbunyi:

وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ 
Artinya:
Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
(Q.S Al-An'am 6:59)

Jika kita menelusuri hadits terkait kata "kunci-kunci hal ghaib" atau "مَفَاتِحُ الغَيْبِ" di dalam 9 kitab hadits (كتب التسعة) maka akan dijumpai hanya ada 2 hadits yang mengandung kalimat tersebut.

Yang pertama:
Hadits Imam Bukhari 
Kitab ke-45 
[Bab] Surat Al-An'aam ayat 59 
Hadits no.4261 : 
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ { مَفَاتِحُ الْغَيْبِ } خَمْسٌ { إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنْزِلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ}
Artinya:
Telah menceritakan kepada kami ['Abdul 'Aziz bin 'Abdullah] Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'ad] dari [Ibnu Syihab] dari [Salim bin 'Abdullah] dari [Bapaknya] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kunci-kunci hal yang ghaib itu ada lima, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah Ta'ala: Sesungguhnya hanya Allah lah yang mengetahui datangnya hari kiamat, dan Dia lah Dzat yang menurunkan hujan, yang mengetahui janin yang ada dalam kandungan, dan jiwa manusia tidak mengetahui apa yang akan dapat diperbuatnya esok hari, dan ia juga tidak tahu di bumi mana dia akan mati, Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang Maha Mengetahui."

Yang kedua:
Hadits Imam Bukhari 
Kitab ke-45
[Bab] Surat Ar Ra'd ayat 8 
Hadits no 4328 : 
حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا مَعْنٌ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ خَمْسٌ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا اللَّهُ لَا يَعْلَمُ مَا فِي غَدٍ إِلَّا اللَّهُ وَلَا يَعْلَمُ مَا تَغِيضُ الْأَرْحَامُ إِلَّا اللَّهُ وَلَا يَعْلَمُ مَتَى يَأْتِي الْمَطَرُ أَحَدٌ إِلَّا اللَّهُ وَلَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ وَلَا يَعْلَمُ مَتَى تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا اللَّهُ
Artinya:
Telah menceritakan kepadaku [Ibrahim bin Al Mundzir] Telah menceritakan kepada kami [Ma'an] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Malik] dari ['Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kunci perkara ghaib itu ada lima, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi dengan hari esok kecuali Allah. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi di dalam rahim-rahim kecuali Allah. Tidak ada yang tahu kapan datangnya hujan kecuali Allah. Tidak ada seorangpun yang tahu dimana dia akan meninggal. Dan tidak ada yang tahu kapan terjadi hari kiamat kecuali Allah."


Dari sini dapat diketahui bahwasanya, kunci-kunci perkara ghaib itu ada pada Allah, jelas bahwa tak ada yang mengetahuinya selain Allah. 

Dari hadits-hadits yang dipaparkan dapat diidentifikasi lebih rinci bahwa kunci-kunci perkara ghaib itu ada 5 perkara, dan hanya Allah yang tahu apa, bagaimana, di mana serta kapan terjadinya perkara tersebut. Perkara tersebut meliputi:
1. Hari kiamat. 
(Kapan dan bagaimana kejadian tersebut terjadi secara spesifik?)
2. Turunnya hujan. 
(Kapan hujan akan diturunkan secara spesifik?)
3. Apa yang berada dirahim. 
(Adapun sistem USG, hal demikian diketahui setelah janin telah terbentuk, namun manusia tak bisa tahu apa yang terjadi secara rinci ketika sebelum janin tersebut terbentuk)
4. Apa yang dilakukan esok hari. 
(Apa yang akan kita lakukan esok hari? Akankah hal yang kita rencanakan benar-benar terjadi ataukah tidak?)
5. Tempat kematian. 
(Dimana kita akan meninggal dunia?)

Tak lupa juga kita dapat mengidentifikasinya dengan تفسير القرآن بالقرآن yakni menafsirkan al-Qur'an dengan al-Qur'an itu sendiri.

Adapun surah serta hadits di atas dipertegas lagi dan ditafsirkan secara jelas lagi di dalam surah yang lain, yakni Q.S Luqman ayat terakhir, yang berbunyi:

إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْأَرْحَامِۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ 
Artinya:
Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.
(Q.S Luqman 31:34)

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Serta dapat memberi kita wawasan baru yang bermanfaat.

والله أعلم بالصواب
وبالله التوفيق وصل الله على نبينا محمد صلى الله عليه وسلم

📢 Telegram:

🎥 YouTube:

📱 Group Kajian Pembelajaran Bahasa Arab Jejak Mufassir Via WhatsApp:

🛡 Instagram:

🌐 Website:

🌏 Facebook:
Makna Mafatihul Ghaib Perspektif Al-Quran dan Al-Hadits
Baca Juga: