Pengumuman! Pada tanggal 17 Juni s.d 19 Juni 2024, Jejak Mufassir akan libur operasional untuk menyambut Hari Raya Idul Adha.
Yuk follow Jejak Mufassir di platform Instagram untuk dapatkan update terbaru.

Problematika Dakwah

Problematika Dakwah

Pada artikel kali ini, kami akan mengulas mengenai problematika dakwah. Apa itu problematika dakwah? Problematika dakwah yakni persoalan-persoalan yang dihadapi oleh dai ketika melakukan kegiatan dakwah. Bagaimana problematika dakwah masa kini? Mari simak artikel ini selengkapnya hingga akhir.

Problematika Dakwah
Problematika Dakwah


A. Problematika Dakwah Masa Kini

Dalam menatap problematika dakwah menuntut adanya upaya intensif untuk menelaah dan menanggapi gejala-gejala aktual yang akan dan telah terjadi. Dengan cara ini persoalan keagamaan yang berkaitan dengan realitas objektif keumatan dapat dihampiri dan direkonstruksi sesuai dengan tatanan ideal Islam yang dikehendaki. 

Tugas berat ini telah dibebankan pada dakwah Islam yang tentunya sangat membutuhkan kecermatan, kearifan, dan kejelasan bidang garap serta sandaran konseptual yang mapan. (Amin, 2008: 152)

Problematika dakwah yang mengemuka dalam realitas perjalanan gerakan dakwah pada umumnya, dapat dibedakan dalam 2 (dua) macam, yaitu problematika internal dan problematika eksternal. (Amin, 2008: 154)

1. Problematika Internal

Secara umum problematika internal dapat diklasifikasikan dalam 2 (dua) kelompok besar yaitu pertama pada dataran proses dakwah yang selalu berkelindan antara kelemahan pemahaman konsep-konsep agama sebagai substansi dakwah oleh para da’i, metode-metode yang dipakai dan kualitas da’i itu sendiri. Kedua, pada dataran kelembagaan dakwah yang kurang kalau tidak mau dikatakan tidak profesional dalam aspek menejementalnya. (Amin, 2008: 154)

2. Problematika eksternal

Problematika eksternal adalah problematika lajunya perubahan sosial yang dikomandoi oleh ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang berperan sebagai “prima kausalitas” dalam teori kebudayaan Arnold Toynbee tentang “Challenge and Response”. 

Perubahan pola pikir ini menurut Sutan Takdir Ali Syahbana disebut “Budaya Progresif” yaitu budaya yang lebih mementingkan aspek rasionalitas sebagai dewa baru ketimbang aspek budaya ekspresif sebagai gejala utama menyikapi gejala-gejala kemanusiaan dan peradaban. (Amin, 2008: 158)

Sumber Referensi

Amin, S. M. (2008). Rekonstruksi Pemikiran Dakwah Islam. Jakarta: Amzah.

Penulis: Ahmad Yani





Informasi Pembelian
Problematika Dakwah
Ongkos Kirim: Rp -
Total Pembayaran: Rp -
Potongan Harga: Rp -

Problematika Dakwah
Problematika Dakwah

Harga : *Belum termasuk Ongkos kirim
Metode Pembayaran :
Pesan via whatsapp Pesan via Email

Posting Komentar

Cara bicara menunjukkan kepribadian, berkomentarlah dengan baik dan sopan.
Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.