Problematika Dakwah


Problematika Dakwah
 Oleh: Ahmad Yani
Senin, 4 Mei 2020


A.      Problematika Dakwah Masa Kini
Dalam menatap problematika dakwah menuntut adanya upaya intensif untuk menelaah dan menanggapi gejala-gejala aktual yang akan dan telah terjadi. Dengan cara ini persoalan keagamaan yang berkaitan dengan realitas objektif keumatan dapat dihampiri dan direkonstruksi sesuai dengan tatanan ideal Islam yang dikehendaki. Tugas berat ini telah dibebankan pada dakwah Islam yang tentunya sangat membutuhkan kecermatan, kearifan, dan kejelasan bidang garap serta sandaran konseptual yang mapan. (Amin, 2008: 152)
Problematika dakwah yang mengemuka dalam realitas perjalanan gerakan dakwah pada umumnya, dapat dibedakan dalam 2 (dua) macam, yaitu problematika internal dan problematika eksternal. (Amin, 2008: 154)
1.        Problematika Internal
Secara umum problematika internal dapat diklasifikasikan dalam 2 (dua) kelompok besar yaitu pertama pada dataran proses dakwah yang selalu berkelindan antara kelemahan pemahaman konsep-konsep agama sebagai substansi dakwah oleh para da’i, metode-metode yang dipakai dan kualitas da’i itu sendiri. Kedua, pada dataran kelembagaan dakwah yang kurang kalau tidak mau dikatakan tidak profesional dalam aspek menejementalnya. (Amin, 2008: 154)
2.        Problematika eksternal
Problematika eksternal adalah problematika lajunya perubahan sosial yang dikomandoi oleh ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang berperan sebagai “prima kausalitas” dalam teori kebudayaan Arnold Toynbee tentang “Challenge and Response”. Perubahan pola pikir ini menurut Sutan Takdir Ali Syahbana disebut “Budaya Progresif” yaitu budaya yang lebih mementingkan aspek rasionalitas sebagai dewa baru ketimbang aspek budaya ekspresif sebagai gejala utama menyikapi gejala-gejala kemanusiaan dan peradaban. (Amin, 2008: 158)

Sumber Referensi:
Amin, S. M. (2008). Rekonstruksi Pemikiran Dakwah Islam. Jakarta: Amzah.


Problematika Dakwah
Baca Juga: