Pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai hukum membaca Ra. Mengenal hukum bacaan ra sangat penting dipelajari oleh pemula. Hal ini dikarenakan dengan mengenal hukum membaca ra, seseorang yang baru mulai belajar al-Quran dapat membedakan kapan dirinya harus membaca ra secara tipis dan tebal.
Mari simak artikel ini hingga akhir. Artikel ini diharapkan dapat menjadi sumber rujukan kepada siapapun yang hendak mengenal hukum membaca Ra lebih jauh.
Artikel yang kami sajikan seputar ilmu tajwid akan sangat membantu siapapun yang baru saja memulai mempelajari ilmu tajwid.
Hukum Membaca Ra
Hukum bacaan ra dibagi menjadi tiga, yakni ra yang dibaca tafkhim, ra yang dibaca tarqiq, dan ra yang boleh dibaca tafkhim maupun tarqiq.
Hukum Bacaan Ra Tafkhim
Hukum bacaan ra tafkhim atau tebal dapat diketahui dalam beberapa keadaan, sebagai berikut.
- Ra berharakat fathah. Misalnya الرَّسُوْلَ.
- Ra berharakat dhammah. Misalnya رُحَمَاءُ.
- Ra diwakafkan sebelumnya huruf yang berharakat fathah atau dhammah. Misalnya يَنْصُرُ - الأَبْتَرُ.
- Ra sukun sebelumnya huruf yang berbaris fathah atau dhammah. Misalnya تُرْجَعُوْنَ - يَرْحَمُ.
- Ra sukun karena wakaf sebelumnya terdapat alif atau waw yang mati. Misalnya الغَفُوْرُ - الجَبَّارُ.
- Ra terletak setelah hamzah washal. Misalnya أُرْكُضْ - اِرْحَمْنَا.
Catatan: Hamzah washal yakni hamzah yang manakala letaknya di awal maka dibaca, akan tetapi jika terletak pada setelah huruf yang mendahului maka tidak dibaca.
Hukum Bacaan Ra Tarqiq
Huruf ra dibaca tarqiq atau tipis manakala dalam keadaan berikut.
- Ra berharakat kasrah. Misalnya رِحْلَةَ الشِّتَاءِ - تَجْرِيْ.
- Ra sukun sebelumnya huruf berharakat kasrah dan setelahnya bukanlah huruf isti'la. Misalnya فِرْعَوْنَ - مِرْيَةٌ.
- Ra sukun sebelumnya huruf yang berharakat kasrah dan sesudahnya huruf isti'la di dalam kata yang terpisah. Misalnya فَصْبِرْ صَبْرًا.
- Ra sukun karena wakaf, sebelumnya huruf berharakat kasrah atau ya sukun. Misalnya جَمِيْعٌ مُنْتَصِرٌ - يَوْمَئِذٍ لَخَبِيْرٌ.
- Ra sukun karena wakaf sebelumnya bukan huruf-huruf isti'la dan sebelumnya didahului oleh huruf yang berbaris kasrah. Misalnya ذِيْ الذِّكْرِ
Huruf isti'la adalah melafalkan huruf dengan mengangkat pangkal lidah ke langit-langit yang dapat mengakibatkan hurufnya besar. Huruf tersebut yakni ق, ص, ض, ظ, ط, غ, خ.
Hukum Bacaan Ra Boleh Tafkhim atau Tarqiq
Huruf ra dibaca tafkhim ataupun tarqiq manakala dalam keadaan berikut.
- Ra sukun sebelumnya berharakat kasrah dan setelahnya huruf isti'la berharakat kasrah atau kasratain. Misalnya مِنْ عِرْضِهِ - بِحِرْصٍ.
- Ra sukun karena wakaf, sebelumnya huruf isti'la yang berbaris mati, yang diawali dengan huruf yang berharakat kasrah. Misalnya القِطْرِ - مِصْرِ
Demikian artikel mengenai hukum membaca ra. Semoga bermanfaat dan dapat memperkaya wawasan Anda sekalian.
tb9T0nWo1cVo8RxjkVzlKdMwIn22
Hukum Membaca Ra
Harga :
*Belum termasuk Ongkos kirim