Jangan Mengatakan Seandainya

Jangan Mengatakan Seandainya

Pernahkah Anda mengeluh atas apa yang menimpa diri Anda? Jawabannya pasti pernah. Bahkan tidak jarang kita lalai dan lupa hingga mengatakan "seandainya" begini dan begitu. 

Ketahuilah wahai saudara seiman, apa yang telah terjadi merupakan apa yang telah Allah tetapkan dan takdirkan atas diri kita. Sudah semestinya kita mensyukuri atas apa yang telah Allah tetapkan kepada kita.

Segala Sesuatu adalah Takdir

Boleh jadi saat ini kita tengah tertimpa musibah. Namun ketahuilah bahwa musibah yang menimpa kita segalanya telah digariskan oleh Allah dan ditakdirkan oleh-Nya. Percuma saja jika kita mengeluh atas takdir yang Allah tetapkan atas diri kita.

Apa yang kita keluhkan merupakan ajakan serta rayuan setan agar kita terjerumus kepada dosa kekufuran atas nikmat lain yang telah Allah berikan kepada kita. Sudah semestinya kita yakini bahwa segala sesuatu adalah takdir dari Allah, baik perkara baik maupun buruk yang menimpa diri kita.

Rasulullah Shalallahu'alaihi wa salam bahkan bersabda:

إن أصابك شيء فلا تقل : لو أني فعلت كان كذا وكذا ، ولكن قل : قدر الله ، وما شاء فعل ; فإن لو تفتح عمل الشيطان.

Jika sesuatu menimpamu maka jangan katakan: Seandainya aku begini maka pasti akan begini begini begini, akan tetapi ucapkanlah: "itu adalah takdir Allah, apa yang Alloh kehendaki maka itu yang terjadi", karena sesungguhnya kata seandainya itu akan membuka (mempermudah) pekerjaan syaitan (dalam menggoda diri).

(HR. Muslim) 

Jangan Mengatakan Seandainya
Jangan Mengatakan Seandainya


Hukum Mengatakan Seandainya

Lantas bagaimana hukum mengatakan seandainya? Ulama melarang kita untuk mengucapkan seandainya terlebih mengimaninya. Seolah apa yang telah Allah takdirkan tidak lebih baik daripada apa yang diangan-angankan.

Imam Qodi Iyad Berkata:

قال بعض العلماء : هذا النهي إنما هو لمن قاله معتقدا ذلك حتما ، وأنه لو فعل ذلك لم تصبه قطعا.

Sebagian Ulama Berkata: larangan ini dikhususkan untuk orang yang mengucapkannya dalam keadaan benar-benar menyakini seandainya dia melakukan itu maka dia tidak akan tertimpa hal itu. 

فأما من رد ذلك إلى مشيئة الله تعالى بأنه لن يصيبه إلا ما شاء الله فليس من هذا.

Adapun orang yang mengembalikan semua itu kepada kehendak Allah yaitu itu tidak akan terjadi kecuali karena memang takdir dari Allah maka tidak dilarang (meskipun ucapkan seandainya) 

واستدل بقول أبي بكر الصديق رضي الله عنه في الغار : لو أن أحدهم رفع رأسه لرآنا.

Dalilnya adalah ucapan Sayyidina Abu Bakar ketika didalam gua Tsur: Seandainya seorang saja diantara mereka (kafir Qurays) mengangkat kepalanya maka mereka akan melihat kita.


Kesimpulan: Ucapan seandainya itu terlarang kecuali jika hatinya tetap mantab dengan adanya takdir, jika hatinya mantab maka kalimat seandainya tidak terlarang baginya karena Sayyidina Abu Bakar mengucapkannya dan tidak ditegur Nabi karena beliau yakin tentang takdir.


Demikian artikel mengenai "Jangan Mengatakan Seandainya". Semoga artikel ini memberikan wawasan bermanfaat bagi kita semua.
Order Sekarang
Data Anda
Data Lainnya
KIRIM